Saturday, October 22, 2016

Adab Berguru

BAGAIMANA ENGKAU MEMANDANG GURUMU?

Al Imam Ali bin Hasan al-Aththas mngatakan :
"Memperoleh ilmu, futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya
hijab-hijab batinnya), adalah sesuai kadar adabmu bersama
gurumu. Kadar besarnya gurumu di hatimu, maka demikian
pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu".
(al Manhaj as Sawiy : 217)

Imam Nawawi ketika hendak belajar kepada gurunya, beliau
selalu bersedekah di perjalanan dan berdoa,
"Ya Allah, tutuplah dariku kekurangan guruku, hingga mataku
tidak melihat kekurangannya dan tidak seorangpun yang
menyampaikan kekurangan guruku kepadaku ".
(Lawaqih al Anwaar al Qudsiyyah : 155)

Beliau pernah mengatakan dalam kitab At Tahdzibnya :
"Durhaka kepada orang tua dosanya boleh hapus oleh taubat,
tapi durhaka kepada ustazmu tidak ada satupun yang
dapat menghapusnya ".

Habib Abdullah al Haddad mengatakan "Paling bahayanya
bagi seorang murid, adalah berubahnya hati gurunya kepadanya.
Seandainya seluruh wali dari timur dan barat ingin memperbaiki
keadaan si murid itu, niscaya tidak akan mampu kecuali gurunya
telah ridha kembali ". (Adaab Suluk al Murid : 54)

Seorang murid sedang menyapu madrasah gurunya, tiba-tiba
Nabi Khidhir mendatanginya. Murid itu tidak sedikitpun menoleh
dan mengajak bicara nabi Khidhir. Maka nabi Khidhir berkata,
"Tidakkah kau mengenalku ?. Murid itu menjawab,
"Ya, aku mengenalmu, engkau adalah Abul Abbas al Khidhir ".
Nabi Khidhir, " kenapa kamu tidak meminta sesuatu dariku ?".
Murid itu menjawab, " Guruku sudah cukup bagiku,
tidak tersisa satupun hajat kepadamu ".
(Kalam al Habib Idrus al Habsyi : 78)


Al Habib Abdullah al Haddad berkata, "Tidak sepatutnya
bagi penuntut ilmu mengatakan pada gurunya, "Perintahkan aku ini,
berikan aku ini !",kerana itu sama saja menuntut untuk dirinya.
Tapi sebaiknya dia seperti mayat di hadapan orang yg
memandikannya ". (Ghoyah al Qashd wa al Murad : 2/177)


Para ulama ahli hikmah mengatakan, " Barangsiapa yang
mengatakan "Kenapa ?" Kepada gurunya, maka dia tidak
akan bahagia selamanya". (Al Fataawa al Hadiitsiyyah : 56)

Para ulama hakikat mengatakan, " 70% ilmu itu diperoleh
sebab kuatnya hubungan ( batin, adab dan baik sangka )
antara murid dengan gurunya ".

Semoga kita semua termasuk murid yang baik dan mendapat
berkah dari guru kita.

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Rapidgator.net